Saturday, 28 February 2015

Anime Review : Aldnoah Zero

Aldnoah Zero


"Let Justice Be Done, Though The Heavens Fall"
Aired : 6 Juli 2014 - 21 September 2014
Score : 7.89 (http://myanimelist.net/anime/22729/Aldnoah.Zero)
 
Aldnoah Zero atau yang biasa disingkat A/Z, berarti "Kebijaksaan yang Damai dan Kekal" atau " Kebijaksaan yang Damai dan Hampa".
"Ald" berasal dari bahasa Jerman yang berarti "Bijaksana".
"Noah" berasal dari nama Yahudi yang berarti "Damai".
"Zero" sendiri dalam numerologi memiliki banyak arti, yaitu : Yang berarti kekal, hampa, tidak terbatas, sempurna, sumber dan wadah segala sesuatu.
Maka dari itu, kesimpulan yang dapat diambil dari "Aldnoah Zero" adalah "Kebijaksaan yang Damai dan Kekal" atau " Kebijaksaan yang Damai dan Hampa".

Sinopsis :
"Di tahun 1972, misi Apollo 17 telah menemukan sebuah gerbang menuju Mars melalui permukaan bulan. Asseylum Vers Allusia yang datang ke Bumi untuk perdamaian telah di serang oleh orang yang tak di kenal, dan itu membuat konflik antara orang Bumi dengan orang Mars. Tak lama, terjadi perang antara Bumi dan Mars. Para Ksatria Mars mulai berdatangan dari langit mengendarai raksasa besi, dengan tujuan memusnahkan umat manusia."

Review :
A/Z memperlihatkan pertualan Inaho dkk, dan Asseylum-hime yang berjuang melawan Ksatria Mars dengan kekuatan Kataphrakt yang tidak sebanding, 1/100. Dengan keadaan seperti itu, seperti apakah orang Bumi melawan? Untung saja Main Character Protagonist, Inaho yang selalu mempunyai gagasan-gagasan cemerlang. Also, di anime ini ada semacam kekuatan yang hanya para penduduk Mars yang bisa menggunakannya, yaitu Aldnoah Drive. Dengan kekuatan Aldnoah Drive, Asseylum-hime mengaktifkan sebuah pesawat “Deucalion”. Sebuah pesawat tempur dari orang Mars, yang telah ada di Bumi sedari 15 tahun yang lalu akibat bencana “Heaven’s Fall”. Para orang Bumi bertahan dari setiap gempuran yang Ksatria Mars berikan, dengan alat dan senjata yang ada, tekat dan keberanian yang pantang menyerah, mereka melawan untuk menginginkan titik terang dari perang yang tidak diinginkan ini. Sebuah ideologi perdamaian yang tercipta, hidup berdampingan dengan satu sama lain yang diinginkan oleh orang Bumi.
Entah dasar apa melatarbelakangi Gen Urobutcher membuat Anime Master Piece seperti ini, dengan bantuan Pico Guy sebagai Series Composition dan dengan rumah produksi sendiri adalah Aniplex. A/Z mengambil latar belakang yang fresh, landscape, art building yang indah di pandang mata. A/Z menyajikan totalitas story yang komplex hingga akhir pengujung season. Di episode awal-awal emang berasa ketegangan dari story-nya, mungkin Om Urobutcher emang lebih bekerja keras untuk skrip Anime A/Z yang “katanya” mampu menandingi Franchise Gundam. Welp! Saya rasa ekspektasi itu sedikit tinggi, so far yang kelihatan A-1 belum menunjukkan ‘gigi’ mereka. Mungkin karena ini baru season 1-nya, sih.
Glorious Opening, Kalafina yang membawakan lagu yang berjudul “Heavenly Blue”. Musik Opening yang mirip lagu orchestra, dengan penyanyi yang suaranya yang mirip “Seriosa” membuat bulu kuduk saya merinding, waktu pertama kali mendengarnya. As I expected. Untuk Ending, menjadi lebih mellow dan easy listening saat ED1 dengan composser Sawano Haruyuki yang dabes, dengan penyanyinya Mizuki. Dan untuk ED2 saya bilang ini sebuah musik yang super ngejelimet kelewat alay bahasanya, dengan gabungan 3 bahasa sekaligus! God tier! Inggris, Jepang, Jerman, emang alay si Sawano. Tapi seperti ED1, ED2 juga sangat-sangat enak didengar, musiknya yang nge-beat, ditambah lirik yang alay dengan gabungan 3 bahasa menjadi ciri khas tersendiri.

Why you must watch this?
Probably, you must watch this. Secara overall Anime ini emang jadi AOTS dimusim Summer 2014. Kartun yang paling ditunggu-tunggu disetiap minggunya. Kalau enggak lomba-lombaan siapa yang sudah nonton kartun ini dan spoiler di Facebook, berarti dia kurang keren. Kartun mecha yang membuat teman saya yang awalnya enggak suka sama mecha setelah nonton A/Z, dia jadi suka mecha. Glorious BGM, musik yang ngebuat bulu ketek saya ikut-ikutan merinding. Visualisasi dari A-1 yang natural dan soft, serta development characternya, penggambaran warna yang kontras.
Suffering, unnecessary suffering, despair, dark twist, madness, explosives dan death flag akan mengiringi disetiap episode yang ada. 
Though Urobutcher enggak pernah membuat kartun yang “Happy Ending”, mungkin kali ini adalah waktunya bagi Uro dan bareng Pico Guy, tentunya. Saya tarik kembali kata-kata "Happy Endingnya". Anime ini benar-benar edgiiii sekali, terima kasih om Uro!~

Special Thanks to : Maulana Abdi (Reviewer)


No comments:

Post a Comment